Angkat Budaya Jawa Meriahkan HUT ke-25 SMA Laboratorium UM

Nuansa Jawa terasa begitu hangat pada peringatan hari ulang tahun SMA Laboratorium UM ke-25 (25/7). Pasalnya, seluruh warga sekolah bersama-sama menikmati sajian tumpeng dengan diiringi alunan gending Jawa. Uniknya, untuk melengkapi nasi tumpeng yang disediakan sekolah, setiap kelas mengikuti lomba menghias tumpeng jajanan pasar tradisional tujuh macam. Sebelumnya para peserta menata dan menghias jajanan tersebut di atas tempeh. “Saat ini tidak sedikit generasi muda kurang mengenal kue tradisional Indonesia, padahal kita banyak memiliki jajanan pasar,” ungkap kepala sekolah Rosdiana Amini, M.Pd.

Lebih lanjut Rosdiana menjelaskan sekolah mencoba memperkenalkan kembali jajanan pasar kepada generasi muda. Jajan pasar tempeh adalah sajian tradisi di pulau Jawa yang biasanya berisikan 7 macam jajan pasar. Dalam bahasa Jawa 7 artinya pitu, kependekan dari pitulungan yang artinya pertolongan atau pituturan yang artinya nasehat. Bentuk lingkaran tempeh menandakan garis yang tidak pernah putus melambangkan harapan rejeki yang tidak pernah putus pula.

Selain lomba hias tumpeng siswa juga mengikuti lomba desain maskot dan tagline. “Lomba ini sangat mengasah kreativitas siswa,” tambah Rosdiana. Bagaimana tidak, karya yang dibuat haruslah orisinil dan bermakna. Layaknya illustrator dan pujangga yang handal, para siswa mempresentasikan hasil karyanya di depan para juri. Maskot terbaik akan diresmikan menjadi maskot SMA Laboratorium UM.

“Ini adalah momen pertama perayaan ulang tahun SMA Laboratorium UM sejak sekolah didirikan,” jelasnya. Baik para guru, karyawan, dan siswa sangat antusias mengikuti perayaan ini. Mereka memeriahkan acara hingga baik guru maupun siswa turut serta dalam mengisi panggung hiburan. Sorak sorai warga sekolah bergemuruh di lapangan tengah apalagi beragam suguhan penampilan sangat epik untuk dilihat. “Di perayaan ini, kami berharap terciptanya kebersamaan antarwarga sekolah,” tandas Rosdiana. (dev/vic)