Tingkatkan Karakter Guru dan Karyawan Hadapi Tantangan

Sebanyak 76 guru dan karyawan SMA Laboratorium UM melaksanakan workshop selama tiga hari di Hotel Zam Zam Batu (15/12). Workshop kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain dilaksanakan pada akhir semester satu, workshop juga menghadirkan beberapa pemateri dari latar belakang berbeda. Bertajuk Guru dan Karyawan Amanah dalam Menghadapi Tantangan SMA ke Depan, Kepala Sekolah Rosdiana Amini, M.Pd berharap workshop ini mampu menghasilkan guru dan karyawan yang amanah. “Kami berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat yang menitipkan putra-putrinya di SMA Laboratorium UM,” ujar Rosdiana. Workshop juga dihadiri Pengurus Yayasan BPLP Drs. Gatot Isnani, M.Si dan Mochtar, S.Pd, M.Si. mendampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Suhartono, M.Pd.

Dalam sambutannya, Suhartono mengulas tentang tantangan sekolah adalah menyelaraskan dengan program pemerintah TisTas, yaitu program pendidikan gratis berkualitas. Selain itu dia memberi penguatan bagaimana guru dapat berkomitmen dan berabstraksi tinggi. Hal inilah yang kemudian civitas akademika memantapkan melakukan refleksi program sekolah. Hasilnya dapat dijadikan pijakan masing-masing wakasek dalam menyempurnakan kebijakannya.

Sementara materi pendidikan karakter disampaikan oleh Dr Henny Indreswari, M.Pd. Dia menjelaskan guru harus memiliki sifat dasar moral yakni, empati, hati nurani, menghargai, kontrol diri dan tenggang rasa. Guru yang ingin mentrasfer pengetahuan dan membimbing sikap siswa tidak sekedar ditentukan oleh ilmu pengetahuan, tetapi bagaimana cara guru berkomunikasi.

Sesi ini kemudian diperkuat dengan bagaimana berkomunikasi dan memberi layanan prima. Materi ini disampaikan oleh Andreas Eko Julianto, S.St., Par., M.M. Dalam penjelasannya Andreas memaparkan fungsi komunikasi interpersonal yang efektif dengan selalu menjaga hubungan baik antar individu. “Layanan prima sangat dipengaruhi oleh cara berkomunikasi,” terangnya.

Lebih lanjut Rosdiana menyampaikan tantangan ke depan berikutnya adalah Double Track atau Jalur Ganda. Sesi ini dipercayakan kepada Drs. Rusdi, M.Pd., Kepala SMA Nasional Malang. Rusdi memberikan pembekalan bagaimana menjalankan program jalur ganda sehingga siswa SMA mempunyai ketrampilan unggul.

Workshop disempurnakan dengan pencerahan spiritual yang disampaikan oleh Ustadz Wahid, Lc, M.PdI. Dalam penjelasannya Ustadz Wahid menyampaikan bahwa guru dan karyawan yang bekerja untuk pendidikan adalah pekerjaan yang sangat mulia. “Guru haruslah amanah,” pesannya. Menurutnya, guru yang amanah adalah guru yang ikhlas, rajin dan disiplin. Kemudian guru harus menguasai ilmu, kreatif , dan menjadi tauladan.  Selain itu guru juga memiliki cara pandang yang baik kepada siswa dan mampu tirakat.

Sebagai kegiatan pamungkas, guru dan karyawan berada di ruangan terpisah. Para guru dilatih untuk membuat soal-soal HOTS oleh Dr.Titik Harsiati, M.Pd. Sedangkan karyawan dipandu oleh Kepala Sekolah untuk mempresentasikan  instrumen kinerja dan target. (jmt/vic)