Belajar ke Melbourne

Sebanyak 12 siswa mengikuti Program Global Learning dengan belajar bahasa Inggris langsung dari sumbernya, Australia (30/7). Selama dua minggu (21 Juli – 4 Agustus 2018) mereka setiap hari masuk ke sekolah bahasa di Hawthorn yang dimiliki oleh the University of Melbourne. “Anak-anak banyak belajar keterampilan hidup yang tidak bisa didapatkan di Indonesia,” ungkap Kepala Sekolah Rosdiana Amini, M.Pd. Walaupun hanya beberapa hari mendampingi, Rosdiana melihat mereka mengalami kemajuan tak ternilai seperti pemecahan masalah dan menerapkan bahasa Inggris dalam situasi nyata.

Salah satu situasi nyata dalam bahasa Inggris adalah karena suasananya mendukung. Di Indonesia, begitu keluar kelas, pasti langsung ngomong Indonesia. Di sini, setiap saat siswa harus menggunakan bahasa Inggris. Dengan sistem yang mengharuskan setiap siswa memiliki kemandirian dan inisiatif yang tinggi, dampak positifnya bahwa belajar bahasa Inggris di Australia menambah kepercayaan mereka.

Selama kegiatan, siswa tinggal di Homestay.”Setiap dua siswa tinggal dengan salah satu keluarga Australia,”  tambah Rosdiana. Dikatakan bahwa tujuan dari homestay ini sendiri adalah untuk mengenal lingkungan baru, belajar memahami toleransi, dan merasakan budaya Australia dengan membaurkan dirinya dalam kehidupan Australia. Harapannya, siswa merasakan budaya baru ketika tinggal bersama host family, mulai dari pola makan, kehidupan sosial, sampai dengan pentingnya pendidikan di negara maju seperti Australia.

Keakraban dengan orang tua angkat atau disebut dengan host family membuat siswa kerasan. Apalagi mereka diperlakukan seperti anak sendiri. Bahkan mereka diantarkan untuk membeli kartu telepon dan  myki card, sebuah kartu yang digesekkan pada saat naik bus, kereta, maupun tram. Dan juga dalam berbagai kesempatan, mereka diajak jalan-jalan. “Semoga anak-anak kembali ke Indonesia membawa pengalaman yang langsung mengubah pola pikir menjadi lebih terbuka terhadap perbedaan,” pesan Rosdiana.