Buku Akademik di Era Pandemik

Tahun Ajaran 2020/2021 membawa peristiwa baru di tengah pandemi Covid-19. Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) juga dikemas berbeda. Pungkasan yang tidak diketahui, mengharuskan dibuatnya buku akademik. Rosdiana Amini, M.Pd., kepala sekolah, menjelaskan bahwa buku Akademik tahun ini harus benar-benar dinamis dan siap menghadapi segala situasi. “Perlu ada penyesuaian buku akademik dikarenakan kondisi pandemi yang masih belum akan berakhir dalam waktu dekat, sehingga perlu direvisi,” jelas Rosdiana.

Rosdiana menambahkan, sekolah harus siap selalu berubah menyesuaikan kondisi dan keadaan. Buku dipastikan dapat memberikan layanan pembelajaran maksimal sebagai bukti tanggung jawab atas amanah orang tua. Tak luput pembelajaran terintegrasi dengan standar protokol sesuai arahan kementerian diterapkan.

Aturan klausa tambahan menjadi pokok pembahasan saat revisi. Penambahan terkait protokol kesehatan pencegahan Covid-19 beserta pembelajaran daring (online) disesuaikan dengan kondisi sekarang. Deddy Setiawan, M.Pd. selaku wakasek Kurkulum menuturkan, buku akademik akan menjadi acuan baik bagi sekolah, guru, orang tua, dan siswa baru. Sependapat dengan M. Khabib Shaleh, wakasek  Kesiswaan, menyampaikan perlu adanya penyesuaian landasan hukum yang dipatuhi. “Buku panduan akademik ini disiapkan dengan mengantisipasi pembelajaran daring sesuai Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 35492/A.A5/HK/2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19),” tambahnya. M. Khabib berharap buku ini dapat bermanfaat bagi seluruh civitas akademika SMA Laboratorium UM.  (dio/dev/fie )