Ekskul Gelar Workshop Samakan Visi

Workshop pembina ekstrakurikuler (ekskul) sebagai upaya meningkatkan performa dan menyamakan visi kembali digelar (23/8). Tujuannya agar sekolah bisa mendukung seluruh program pembina dalam mengembangkan ekskul. “Kita ingin mengetahui program pembinaan, kebutuhan, dan target mereka,” terang Wakasek Kesiswaan Moch. Khabib Shaleh, M.Pd.

Dikatakannya mulai tahun depan ada pelaporan pencapaian target kegiatan pada kenaikan kelas. Mengingat pembina adalah para professional yang mempunyai kompetensi, sekolah menyerahkan kepada mereka bagaimana meningkatkan kompetensi anggotanya. Sehingga setiap peserta workshop ke empat ini “berlomba” menyempurnakan proposal yang berisikan silabus, penilaian, jadwal latihan dan sarana prasarana dalam pelaksanaan kegiatan ekskul. “Proposal tersebut menjadi acuan bahan evaluasi dan pertanggungjawaban mereka kepada sekolah di akhir tahun ajaran,” tambah Khabib.

Pada akhir pelaksanaan workshop seluruh peserta mengumpulkan proposal dan menandatangani pakta integritas sebagai tanda dimulainya kegiatan ekskul satu tahun ke depan. Khabib memberi semangat agar setiap tahun ekskul harus meningkat. “Alhamdulillah kalau kita mengirimkan perwakilan dalam lomba, selalu mendapatkan apresiasi prestasi,” ungkapnya. Efek positif dan disambut para peserta yaitu adanya perubahan pemberian kesejahteraan kepada  seluruh pembina. Awalnya diberikan setiap datang tapi sekarang hitungannya tiap bulan.

Lebih lanjut Khabib menjelaskan ekskul pencak silat dan English club resmi dibuka sebagai ekskul baru. Kedua ekskul ini menurutnya sangat sesuai dengan kebutuhan, termasuk lomba. Apalagi sesuai dengan SOP sekolah, siswa yang diikutkan lomba harus berdasarkan bakat, minat, dan dari ekskul yang bersangkutan. “Manakala peserta memenuhi kuota sebanyak 18 orang, maka ekskul baru kita buka,” tambahnya.

Ekskul pencak silat dibentuk dengan harapan SMA Laboratorium UM bisa memiliki prestasi dalam kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Selain itu kejuaraan pencak silat juga selalu diselenggarakan setiap tahun di tingkat Kota dan Provinsi.

Sementara English Club dibentuk dengan tujuan untuk mewadahi para siswa yang ingin meningkatkan kemampuan dalam berbahasa Inggris utamanya siswa dari kelas internasional dan jurusan Bahasa. Apalagi sekarang ada guru native speaker dari Amerika yang selalu siap mendampingi. (mrd/vic)