Geliat Sekolah Islam di Negeri Gajah Putih

Guru dan karyawan SMA Laboratorium UM didampingi para pimpinan BPLP melakukan lawatan ke Sasanupatham School Bangkok (11/10). Kunjungan ini merupakan sebuah upaya besar dalam meningkatkan kualitas manajemen dan layanan sekolah. Selain itu sekolah terus perkuat hubungan global dan melakukan diskusi peninggkatan sumberdaya manusia berkarakter. “Kami selalu mengaktualisasikan visi sekolah yaitu sebagai sekolah unggulan pencetak lulusan yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan berprestasi,” jelas Kepala Sekolah Rosdiana Amini, M.Pd.

Menurut Rosdiana lawatan ini juga membuktikan bahwa tatakelola manajemen di SMA Laboratorium UM selama ini juga diterapkan oleh sekolah favorit di luar negeri. Sementara Manager Sasanupatham School Mochammad Fairuz dalam penjelasannya menyampaikan sebagai sekolah swasta berbasis Islam dengan masa pendidikan 6 tahun, sekolahnya tetap menerapkan kurikulum nasional. “Tugas sekolah ini adalah memberikan peningkatan kualitas SDM umat muslim di Thailand,” ungkapnya.

Fairuz menambahkan tidak sedikit para calon siswa baru memiliki kemampuan agama yang rendah. Kendala ini disebabkan orang tua mereka masih belum begitu memahami tentang Islam. Apalagi pemeluk agama Islam di Thailand sangat sedikit, yakni sekitar 10 persen dari jumlah keseluruhan penduduk Thailand. Namun Fairuz mengaku, meskipun mereka dari keluarga dengan latar belakang agama minim, sekolah berkewajiban untuk menguatkan pengetahuan agama dari setiap siswanya. Untungnya sebagai minoritas, sekolah mendapat perlindungan hukum dan mendapat sokongan dana dari pemerintah.

Lebih lanjut, sekolah terus berbenah meningkatkan agar lulusannya memiliki pemikiran luas namun tetap religius. Sebagaimana sekolah berbasis Islam pada umumnya di Thailand, para siswa harus tinggal di asrama selama hari efektif. Berbagai peraturan ketatpun diterapkan. Jika melanggar, siswa diberi teguran hingga sanksi sosial cukup berat berupa mencuci piring selama satu bulan. “Biasanya dalam waktu beberapa hari pelanggar sudah memohon ampun,” jelasnya.

Selain itu Fairuz menjelaskan sekolah meningkatkan kemampuan agama siswa dengan mengajak mereka mengaitkan ilmu pengetahuan yang dipelajari dalam setiap pelajaran dengan ilmu agama. Misalnya pada pelajaran matematika, materi pecahan dikaitkan dengan ilmu waris dan persentase dihubungkan dengan zakat.

Sekolah juga memberikan beasiswa khusus warga muslim Thailand Selatan yang mayoritas Islam untuk mengikuti pendidikan di sekolah ini. Harapannya adalah mengenalkan dan mengajarkan penggunaan serta ilmu bahasa Thai sehingga komunikasi pemerintah dengan warga Thailand selatan dapat terjalin dengan baik.

Terakhir, Fairuz mendorong para lulusannya untuk lebih membuka diri dengan negara Islam di wilayah Timur Tengah. Sehingga dalam beberapa tahun terakhir sekolah memiliki program kerjasama dan beasiswa ke luar negeri. Selama ini sudah berjalan ke beberapa negara diantaranya Mesir, Turki, dan Maroko. (hbb/vic/jmt)