Listrik Padam Sempat Warnai Pelaksanaan USBN BK

Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (USBN BK) yang diselenggarakan oleh SMA Laboratorium UM untuk kali keduanya ini sempat diwarnai dengan pemadaman listrik. Seperti yang terjadi pada Senin 4 Maret 2019 yang merupakan hari pertama pelaksaan ujian, di mana listrik padam secara tiba-tiba di tengah proses berlangsung. Saat itu para siswa kelas XII sedang serius mengerjakan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Padamnya listrik otomatis sempat membuat suasana tidak kondusif.

Spontan 142 siswa yang sedang mengikuti ujian pada sesi pertama tampak panik. “Aduh bu, gimana ini jawaban saya, belum saya simpan,” keluh beberapa siswa yang sedang mengerjakan ujian. Untungnya pengawas berhasil menenangkan peserta dengan memberikan penjelasan bahwa jawaban mereka aman karena pihak sekolah sudah menyiapkan antisipasi saat terjadi pemadaman listrik. Kemudian mereka pun kembali melanjutkan mengerjakan soal Bahasa Indonesia yang sempat tertunda sesaat.

Berkaca dari pengalaman tahun lalu, sekolah menyewa genset dan menyiapkan  Uninterruptible Power Supply (UPS) sebagai antispasi pemadaman listrik. Sehingga saat tiba-tiba listrik padam tetap bisa terkoneksi dengan server pusat. Wakasek Kurikulum Deddy Setiawan, M.Pd menyayangkan situasi seperti ini hampir terjadi setiap tahun. Padalah ini adalah program nasional, tentu sekolah di seluruh Indonesia secara serentak melaksanakan ujian. Meskipun sudah ada surat dari Dinas Pendidikan provinsi kepada PLN, namun realitanya himbauan belum diperhatikan. “Seharusnya pihak PLN mempertimbangkan dengan matang jika akan melakukan pemadaman listrik,” harap Deddy.

Sekolah juga terus berinovasi melakukan perbaikan seperti laboratorium komputer baru  yang nyaman dan sarana prasarana pendukung ujian berbasis komputer. Hal tersebut dilakukan demi kelancaran proses ujian dan kenyamanan para siswa. Bahkan laboratorium komputer dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti meja kursi baru, ruangan ber-AC dan mengganti komputer lama dengan yang baru. “Pihak sekolah sudah melakukan persiapan dengan matang,” ungkap Deddy.

Lebih lanjut Deddy menjelaskan ujian sekolah mulai 4 Maret hingga 19 Maret 2019 mendatang diikuti oleh 287 siswa dan terbagi dalam dua sesi. Setiap siswa akan menghadapi 15 mata pelajaran yang sudah dijadwalkan dengan durasi istirahat hanya 15 menit.  Sesi pertama dimulai dari pukul 07.00 sampai 11.15 dan diikuti oleh 145 siswa dari jurusan IPS dan ICP. Sedangkan pada sesi kedua berlangsung dari pukul 12.00 sampai 16.15 dengan jumlah peserta sebanyak 142 siswa dari jurusan MIPA dan Bahasa.

Sesuai dengan tata aturan pelaksanaan USBN BK maka tiap 20 peserta ujian diawasi oleh satu orang pengawas.  Dan demi menjaga situasi yang kondusif selama proses ujian maka sebelum masuk ke dalam ruangan, setiap peserta ujian akan diperiksa oleh panitia terkait kelengkapan peserta dan barang yang dibawa. “Ruang khusus kami sediakan sebagai tempat menyimapan tas dan barang bawaan siswa yang tidak diperlukan saat ujian berlangsung,” tegas Deddy. (est/vic)