Menuju Satu Hati dengan Manasik Haji dan Idul Kurban

Terik panas matahari tidak membuat luntur semangat dan antusias 255 peserta didik muslim SMA Laboratorium UM mengikuti manasik haji (Selasa, 29/8). Mulai pukul 06.30 semua peserta sudah berada di lapangan Rampal dengan mengenakan baju ikhram sebagai pertanda mereka siap.

“Peserta didik kelas X harus berpartisipasi karena kegiatan ini terintegrasi dengan materi pendidikan Agama Islam di kelas.” ungkap Kepala Sekolah, Rosdiana Amini, M.Pd dalam sambutan pembukaan. Lebih lanjut Rosdiana menyampaikan bahwa peserta didik hendaknya mengetahui situasi dan kondisi sekitar Masjidil Haram, Masjid Nabawi, serta tempat-tempat yang dijadikan pelaksanaan haji. Dengan berbekal pengetahuan tentang tata cara pelaksanaan yang bersifat teori dan praktik, maka diharapkan ibadah hajinya menjadi sempurna.


“Memberikan pemahaman tentang tata cara ibadah haji sesuai dengan tuntunan syar’i merupakan kegiatan keagamaan rutin yang dilaksanakan setiap tahun,” ujar Moch. Khabib Shaleh, M.Pd, selaku waka kesiswaan. Dia menambahkan peserta manasik haji terbagi menjadi 10 kelompok dan dipandu oleh Prof. Dr. A. Syakur Gazali, M.Pd dan lima pembimbing dari TIM KBIH Universitas Negeri Malang.

Kegiatan tahun ini lebih terpantau karena wali kelas ikut berpartisipasi aktif mulai awal hingga selesai. Juga, panitia membuat media simulasi agar peserta memahami rukun haji dan umrah dengan baik. Penyampaian materi tentang tata cara berhaji dan umrah serta memakai baju ihrom dipandu oleh Dr. Syafruddin AR, S.Pd. M.Pd. pada pra manasik, sehari sebelumnya.

Kegiatan “haji” diakhiri dengan penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban pada tanggal 4 Sepetember 2017. Jumlah hewan kurban yang di sembelih adalah 4 ekor sapi dan 1 ekor kambing yang berasal dari civitas akademika SMA Laboratorium UM. “Pada tahun ini hewan kurban disembelih di RPH baru kemudian dibawa ke sekolah.” ujar penanggung jawab bidang kerohanian Izzatin  Mafruhah, M.Pdi.

Yang menarik pada kegiatan ini adalah pendistribusian daging kurban  diantarkan langsung ke lokasi tujuan. Yaitu Desa Umbul Rejo, Desa Jebuk, dan Desa Baran Tempuran. “Memberikan daging kurban kepada yang berhak dan dilakukan langsung di lokasi membuat kita lebih dekat dengan masyarakat dan mengetahui kondisi mereka,” ucap ketua BDI, Prayogo Bangun Tegar. Dia dan teamnya sebelumnya melakukan survey desa mana yang cukup layak mendapatkan hewan kurban.

SMA Laboratorium UM senantiasa mempertahankan dan meningkatkan agenda tahunan. “Kita terus berinovasi untuk menyambut kegiatan berikutnya dan bisa menjadikan program-program unggulan kerohanian,” tegas Khabib disela-sela kegiatan kurban.