MTD 2017: Kelapa Berbuah Juara

Sebagai pendatang baru di gelaran event Malang Tempo Doeloe (MTD), SMA Laboratorium tidak ingin bermain-main dalam persiapannya. Segenap tenaga dan pikiran dicurahkan agar keikutsertaannya di ajang pameran budaya terbesar di Kota Malang ini mendapatkan hasil yang maksimal. Tidak sia-sia, SMA Laboratorium UM atau yang biasa disingkat SMALAB berhasil meraih juara 1 dalam kategori kreasi makanan berbahan dasar kelapa. Sesuai dengan tema MTD tahun 2017 “kelapa jadi apa”, maka olahan makanan dan minuman yang disajikan oleh SMALAB berhasil membuat dewan juri tidak ragu untuk mengganjarnya dengan piala bergengsi.

MTD 2017 ini diadakan setelah lama vakum. Terakhir diadakan pada tahun 2014. Setelah bangun dari mati surinya, MTD kali ini menyasar SMA/SMK se-Kota Malang untuk ikut meramaikan gelaran ini. Tujuannya adalah nilai edukasi history yang dicanangkan oleh penyelenggara bisa terwujud dan tersampaikan dengan baik. apalagi adanya festival marut kelapa yang diikuti oleh 3000 warga Malang bersama Wali Kota Malang Abah Anton dan Menteri Pendidikan Muhadjir Effendi.

Berbagai macam olahan yang disajikan oleh SMALAB tidak jauh-jauh dari buah kelapa. Ada jajanan tradisional maupun jajanan modern yang semua dikemas dan diolah sedemikian rupa. Salah satu contohnya adalah geplak, makanan tradisional dari bahan kelapa yang dipotong acak dan dibuat layaknya kembang gula beraneka warna. Rasanya manis dan ada sedikit citarasa gurih sehingga itulah yang membuat jajanan ini menarik lidah para dewan juri. Ada lagi makanan tradisional yang bernama sengkulun. Makanan dengan cita rasa mirip dengan jadah wingko ini memiliki komposisi buah kelapa yang lumayan banyak sehingga juga sangat mendukung tema MTD 2017 kali ini. Selain geplak dan sengkulun, ada jajanan lain seperti cake kelapa, sawut, puding kelapa, dan lain-lain. Begitupun dengan minumannya, ada jamu dan wedang uwuh yang juga melengkapi sajian khas kelapa tersebut.

Beralih ke dekorasi, SMALAB mengusung tema vintage dengan berpusat pada aspek fotografi. Sepeda pancal tua atau yang akrab disebut sepeda unto, dipasang dalam spot yang pas lalu dihias dengan berbagai macam sayur-mayur dan buah-buahan sehingga kesan tradisional nampak sangat kental. Penerangan lampu petromax yang samar-samar dan tidak menyilaukan mata tentunya akan menambah eksotisme dan keindahan stand SMALAB.

Di akhir kesempatan, Waka Humas dan sekaligus ketua panitia, Dra. Jumiati, M.Pd mengatakan bahwa sekolah merasa perlu untuk mengikuti moment bergengsi seperti ini. Selain sebagai ajang mengenalkan diri kepada masyarakat luas, juga sebagai sarana lebih mendekatkan peserta didik terhadap pembelajaran sejarah di Kota Malang. Dengan keikutsertaannya ini, SMALAB mendapatkan manfaat ganda yaitu selain masyarakat lebih mengenal SMA Laboratorium UM juga menumbuhkembangkan pengetahuan peserta didik. Apalagi dengan berhasil diraihnya juara 1 yang semakin membuat SMA Lab UM memiliki tempat di hati masyarakat Kota Malang. (hmslab)