Nyantri Mantapkan Kekhusyukan Salat

Suasana  menyenangkan namun khidmat mulai terasa sejak hari pertama pondok intensif berlangsung (4/12). Sebanyak 250 siswa kelas XI mulai 4 sampai 6 Desember 2018 nyantri di Pondok Pesantren Darussalam Lawang, Malang. Wakasek Kesiswaan M. Khabib Shaleh, M.Pd. menyampaikan kegiatan mondok menjadi salah satu program tahunan. “Pondok intensif ini tidak dilaksanakan oleh sekolah-sekolah lainnya,” ujar Khabib. Dengan mengikuti kegiatan ini, siswa dilatih hidup mandiri dan mendapatkan ilmu keagamaan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Sekolah Rosdiana Amini, M. Pd. Dikatakan peserta pondok intensif tidak hanya mendapatkan bekal ilmu, namun mereka juga merasakan nuansa kehidupan pondok. Terbukti mereka dengan tertib dan sabar dalam antri makan, antri mandi, dan bangun pagi untuk salat tahajud. “Mereka belajar kemandirian, kedisiplinan, kesabaran, tanggung jawab, dan kepedulian,” imbuhnya. Rosdiana mengungkapkan peserta diajak untuk mengoreksi diri. Meskipun usia mereka terbilang muda, mereka bisa bermuhasabah (instropeksi) agar lebih optimis dalam menjalani hidup dan lebih siap dalam belajar.

Selanjutnya, peserta juga mendapatkan bimbingan salat khusu’. Kegiatan ini dipercayakan kepada Ustadz Sukanan yang mampu membuat peserta tergugah hatinya, menyadari kesalahannya terutama pada orang tua sehingga mereka berurai air mata.

Tidak ketinggalan pula ada pembahasan tentang thaharah yang disampaikan dengan menarik dan gaya modern. Ustadz dr. Habib Mustafa berhasil membuat peserta pondok tidak terkantuk dan bosan. Penyampaian materi bak konsultasi kesehatan menjadikan peserta pondok mengerti bagaimana anatomi tubuh manusia dan cara bersuci yang benar. Apalagi pemateri juga mengaitkan ilmu thaharah dengan ilmu fisika dan biologi, sehingga menambah wawasan untuk peserta didik jurusan Non-MIPA.

“Saya tidak menyesal ikut kegiatan ini,” ujar salah satu peserta dari kelas XI IPS 2 bernama Devina. Menurutnya materi yang disajikan sangatlah menarik. Ditambah dengan penyampaian ustadz yang dibumbui dengan guyonan membuatnya tidak mengantuk sedikitpun. “Salat khusu’ dan diiringi dengan kegiatan thaharah membuat saya merasa tentram,” tambahnya. (dev/vic)