Parenting Class, Tingkatkan Komunikasi Anak dan Orang Tua

Sebanyak 287 siswa kelas XII bersama orang tua mendadak jadi penulis surat dalam moment Parenting Class bertajuk meraih cita dengan cinta di Aula Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang (1/9). Apalagi surat berisi ungkapan hati dan harapan tersebut ditulis dengan penuh cinta. Bahkan sebagian bersedia membacakan suratnya dihadapan hadirin.  “Kekuatan cinta bisa membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin,” ujar Kepala Sekolah Rosdiana Amini, M.Pd.  Menurutnya “surat sakti” itu mampu memotivasi siswa menjadi anak yang luar biasa. Mereka yang sebelumnya ragu bermimpi, bisa lebih berani menyampaikan dan membuka jalan menggapai impiannya.

Dia menjelaskan siswa dan orang tua menuliskan surat di ruangan yang berbeda sebelum bertemu dan membacakan suratnya masing-masing. Mengingat tujuannya berbeda. Siswa diarahkan bagaimana dia meraih masa depan dan mimpinya. Sedangkan orang tua diberi motivasi bagaimana mendukung keinginan anak. Baru mereka dipertemukan dalam satu ruangan. “Arah anak ke mana, dukungan orang tua bagaimana, maka klop-lah,” tandasnya.

Rosdiana berharap kegiatan ini membawa dampak positif. Yakni orang tua dan anak tidak lagi malu mengungkapkan cinta. Tentunya dengan cinta sepenuh hati dapat dijadikan pijakan siswa kelas XII tersebut sukses melewati berbagai tahapan.  “Kadang harapan orang tua tidak tersampaikan atau tidak disampaikan,” ungkapnya. Salah satu penyebabnya karena kesibukan. Padahal anak masih butuh perhatian, kasih sayang, dan belaian orang tua.

Dikatakannya bahwa Parenting Class ini sekaligus menjadi media komunikasi sekolah, orang tua dan anak. Terutama sebentar lagi mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. “Program tahunan ini khusus kelas XII yang akan menghadapi Ujian Nasional,” imbuhnya. Walaupun UN bukan penentu kelulusan, tapi nilai siswa bakal terpampang secara online. Tentu nilai yang mereka peroleh akan menjadi “harga diri” mereka sendiri.

Mengingat proses ujiannya panjang, paling tidak siswa membutuhkan persiapan fisik dan mental untuk menghadapinya. Dimulai dari ujian praktek, Ujian Sekolah Berbasis Komputer (UNBK), USBNBK, sampai ujian masuk perguruan tinggi. Tentunya itu bukan hal yang mudah bagi mereka untuk bersaing dengan yang lain.

Lebih lanjut dia berterima kasih kepada orang tua yang berkenan hadir. Mengingat di tengah-tengah aktivitas, mereka masih menyempatkan diri untuk memberikan kasih sayang dan arahan kepada anak-anaknya. “Terkadang orang tua lupa bahwa walaupun anaknya sudah besar, mereka masih tetap anak-anak yang membutuhkan arahan,” tambahnya. (vic)