Pondok Ramadhan 1439H

Berpangkat AIPDA, Totok Harianto, SH, MH memberikan tausiayah kepada Peserta pondok Ramadan. Pondok Ramadan kali ini diisi sangat seru dan menyenangkan, dikarenakan kegiatan inti tabligh akbar pada sore hari di isi oleh ustdz yang berasal dari kalangan kepolisian. Beliau adalah salah satu ustadz favorit dikalangan remaja dan kalangan kepolisian, karena gaya bahasa dan cara penyampaiannya sangat menarik dan mudah dipahami, sehingga membuat peserta sangat antusias menyimak materi yang disampaikannya.

Empat hal yang menjadi catatan pada tabligh akbar yang disampaikan beliau bahwa surga sangat merindukan empat orang yaitu orang yang gemar membaca al-Qur’an, orang yang menjaga lisan, orang yang dermawan, dan orang yang berpuasa pada bulan Ramadan, sehingga manusia yang dirindukan surga harus mampu melaksanakan empat hal di atas.

Kegiatan yang sudah menjadi rutinitas tahunan ini dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 30-31 Mei 2018. Peserta didik yang beragama Islam wajib mengikuti sebagai pembentukan karakter dan kemantapan dalam beribadah sesuai dengan syariat islam. “Pada tahun 1439H kali ini SMA Laboratorium UM mengadakan kegiatan Pondok Ramadan dengan tema “menggapai ramadhan berokah bersama kemulian al-qur’an,” ujar Ustadzah Solikha sebagai panitia pelaksana kegiatan.

Kegiatan Pondok Ramadan dibedakan sesuai jenjang. Kelas XI padahari Rabu kemudian dilanjutkan oleh kelas X pada hari Kamis dengan jumlah keseluruhan 534 peserta. “Kegiatan yang dimulai dari pukul 07.00 sampai 20.30 ini tidak membuat peserta jenuh, karena beberapa rangkaian kegiatan setiap sesinya memberikan warna yang berbeda,” jelas M. Khabib Shaleh, M.Pd, Waka kesiswaan. Tidak hanya materi keagamaan saja namun juga ada kegiatan shalat berjama’ah, khotmil Qur’an, berbagi ta’jil gratis, memberikan parcel kepada dhuafa’, dan belajar akad zakat fitrah.

Kegiatan zakat fitrah yang biasanya hanya menyerahkan zakat saja. Kali ini siswa diharapkan bisa dalam melakukan akad zakat fitrah sesuai dengan syariat. Sehingga tidak hanya membentuk ranah kognitif saja, tetapi afektif dan psikomotorik ikut seimbang.