Rafting Pacu Siswa Siap Hadapi Tantangan

Setelah satu minggu berkutat dengan ujian praktek, para siswa kelas XII SMA Laboratorium UM melepas kepenatan dengan rafting atau arung jeram di Batu (12/1). Adrenalin mereka terpacu begitu intensif saat menyusuri serunya track sungai Brantas. Petualangan makin sempurna karena bisa menikmati indahnya alam sepanjang sisi sungai. Bertajuk mengatur strategi, melawan rintangan, dan menggapai cita-cita, Kepala Sekolah Rosdiana Amini, M.Pd menyampaikan tujuan kegiatan outbound ini adalah untuk memompa motivasi dan semangat belajar. Tujuannya agar mereka bisa mengikuti USBN dan UNBK dengan baik dengan hasil terbaik. “Kalian harus mengikuti seluruh rangkaian kegiatan outbound dengan sebaik-baiknya,” pesan Rosdiana sebelum pemberangkatan menuju lokasi.

Menurutnya, rafting termasuk aktivitas yang mampu membuat ritme detak jantung berjalan cepat dan sangat menyehatkan.  Udara yang begitu asri jauh dari polusi udara membuat paru-paru bekerja secara maksimal. Bahkan petualangan rafting merangsang keberanian dan kepercayaan diri siswa. “Jika momen ini bisa dipertahankan, siswa akan terlatih keberaniannya saat menghadapi ujian,” tambahnya.

Selain itu, siswa juga mengikuti fun game berupa game pos dan high rope. Game pos  merupakan jenis permainan kelompok dan lebih mengutamakan kerjasama tim, kepemimpinan, dan penyelesaian masalah. Ada 4 jenis permaian saat game pos, yaitu Wire Loop, Traffic Jump, Taking Ball, Roda Gila, dan Brain Lead. Sedangkan high rope terdiri dari permaian flying fox, elvis bridge, dan jaring laba-laba. Permainan ini lebih mengutamakan kemampuan individu untuk melatih konsentrasi, keberanian, dan percaya diri.

“Ada yang berbeda rangkaian outbound tahun ini,” ungkap Rosdiana. Dikatakan kalau biasanya, motivasi selalu di akhir kegiatan tapi untuk tahun ini peserta menerima motivasi di awal. Sentuhan religi-spiritual untuk meraih kesuksesan dalam hidup disampaikan oleh Dr. Achmad Nurcholis, M.Pd. Pemateri menjelaskan bagaimana rapuh dan rusaknya kondisi  generasi milenial saat ini. Itulah yang menjadi tantangan  generasi muda jika ingin menggapai kesuksesan di masa depan. Modal yang diperlukan tidaklah cukup hanya berbekal kecerdasan intelektual semata. “Kalian harus mengimbangi dengan kecerdasan emosional (EQ) dan spiritual (SQ),” terangnya.

Wakasek Kurikulum Deddy Setyawan,M.Pd mengamini dengan berpesan bahwa salah satu kebanggan seorang guru adalah ketika melihat anak didiknya sukses. “Sukses dengan membawa alphard dan membawa al-fatihah,” ungkap Deddy untuk menunjukkan bahwa sukses tidak cukup dengan sukses material tetapi juga harus sukses secara spiritual. (dna/vic)