Ragam MPLS

SMA Laboratorium UM mengadakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada 323 siswa baru (16/7). Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari dan diakhiri pada hari Jumat (20/7). Tentu banyak hal baru dan menarik terutama pada puncak dari kegiatan ini, outbound yang penuh dengan keseruan di Hawai Waterpark. Tradisi yang tidak bisa dihilangkan dari pelaksanaan MPLS SMA Laboratorium UM. Ini sudah ketiga kalinya SMA Laboratorium UM bekerja sama dengan Hawai Waterpark. Dengan dipandu kakak pendamping dari OSIS, siswa baru bermain air dengan beberapa rangkaian urutan. Ada game seru juga di sana. Adik-adik kelas diajak untuk bermain rainbow fall, kolam arus, spons gilir, pipa bocor, dan formasi kolam.

Ada yang belum lengkap perkenalan ini apabila siswa baru tidak mengenal beragam ekstrakurikuler di sekolah ini. Berbagai ekskul menampilkan kebolehannya. Ada BDI, bahasa Jepang, bahasa Korea. Termasuk Pakibra, tari, TLC, yang merupakan ekskul favorit juga menampilkan keseruannya. Tidak ketingalan tampilan menarik dari ekskul PMR, jurnalistik, dan fotografi yang menyuguhkan drama dengan memadukan keahlian tiga ekskul tersebut.

Sementara itu Diknas Provinsi Jawa Timur sengaja memberikan pengarahan dalam bentuk silabus pelaksaan MPLS agar semua sekolah tidak sampai keluar pada jalur dan benar-benar menerapkan konsep pengenalan lingkungan sekolah yang ramah dan bersahabat. SMA Laboratorium UM pun tetap berjalan sesuai dengan ketentuan tersebut dengan tidak menghilangkan tradisi MPLS yang ada di sekolah ini. Semua dikemas dalam kegiatan yang berkesan.

Hal itu mulai terasa mulai dari penyambutan. Mereka dikenalkan dengan lingkungan sekolah yang ramah dalam bentuk perkenalan guru dan karyawan yang sangat humoris. Tidak ada ketegangan pada kesempatan ini. Bahkan kegiatan inti pun berlangsung menarik. Siswa dengan sigap mendengarkan semua materi-materi yang disampaikan oleh pemateri, terutama pemateri-pemateri dari POLRES maupun dari KOREM.

Beda halnya dengan kepolisian, pelibatan unsur TNI dalam MPLS kali, yang dipimpin oleh Mayor Hendro Santiko ini untuk mengenalkan wawasan kebangsaan kepada generasi muda. Hal itu bertujuan untuk memberi pengetahuan mengenai Pancasila, ketahanan nasional, bela negara, antiradikalisme serta pembinaan kedisplinan. Sebagai generasi muda diharapkan para siswa tidak disusupi oleh paham-paham yang antikebangsaan. Agar materi tersebut menarik dan semakin dipahami siswa, pemateri mengajak mengaplikasikan materi tersebut ke dalam bentuk permainan outdoor yang sederhana namun tidak meninggalkan unsur kebersamaan dalam keberagaman. (bdl/vic)