Atur Pola Hidup Hadapi Usia Senja

Sejak berdiri 25 tahun silam, untuk pertama kalinya SMA Laboratorium UM menggelar seminar kesehatan untuk para guru dan karyawan (9/2). Bertajuk tetap sehat dan bugar di usia senja, dr. Andri Arif Nugroho dan Hj. Rosidah Inayati, S.St, S.Gz, MM. RD mengajak peserta mulai mengatur pola hidup. “Guru karyawan kita banyak yang masih muda, yang senja hanya beberapa orang,” ujar Kepala Sekolah Rosdiana Amini, M.Pd. Menurutnya tujuan dari kegiatan ini agar guru dan karyawan dapat mempersiapkan diri dan memperhatikan pola hidup. Harapannya pada saat memasuki usia senja bisa tetap sehat dan bugar. Selain itu pengetahuan ini bisa bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri melainkan juga keluarga masing-masing. “Kesehatan di usia senja sangat dipengaruhi oleh bagaimana pola hidup kita di usia muda,” ungkapnya.

“Penuaan tidak dapat dihentikan namun dapat diperlambat,” terang dr. Andri Arif Nugroho yang saat ini masih aktif menjadi dokter di PDAM Kota Malang. Dia menjelaskan cukup banyak orang yang berpikir jika mereka yang sudah memasuki usia senja cenderung rentan terkena penyakit tertentu seperti diabetes, jantung, demensia, atau osteoporosis. Padahal siapa saja, termasuk orang yang sudah lanjut usia bisa tetap hidup sehat, bugar, dan tidak berpenyakit.

“Apabila kita mengalami sakit, kita harus mengetahui mekanisme tubuh sebelum minum obat,” tambah Andri. Mengingat faktor genetika mulai muncul saat usia 40, dia berpesan agar peserta melakukan medical check up secara rutin untuk mengetahui kondisi kesehatan,  sekaligus mendeteksi suatu penyakit sejak dini. Menghindari stress dan memperhatikan perubahan atau gangguan sekecil apapun pada tubuh menjadi cara bijak mengatasi penyakit.

Upaya berikutnya yaitu melakukan pola diet aman, yaitu dengan olahraga. “Diet dengan olah raga lebih aman dan tidak membahayakan tubuh walaupun dalam jangka panjang,” pesannya. Sementara memperhatikan pola makan dan kebiasaan makan sehari hari adalah dengan mengonsumsi makanan alami.

Hal senada disampaikan oleh ahli gizi RSUD dr. Saiful Anwar Hj. Rosidah Inayati, S.St, S.Gz, MM. RD. Dia  berpesan agar peserta dapat mengkonsumsi beraneka ragam jenis makanan. Di samping itu juga harus memperhatikan gizi seimbang yang mencakup asupan sesuai dengan kebutuhan. “Ada 4 pilar untuk mencapai status gizi yang seimbang,” jelas Rosidah. Menurutnya keempat pilar itu yaitu mengkonsumsi makanan yang beragam, membiasakan perilaku hidup bersih, melakukan aktivitas fisik, mempertahankan, dan memantau berat badan normal.

Rosidah menambahkan istilah gizi seimbang telah menggantikan paradigma masyarakat tentang 4 sehat 5 sempurna. Gizi seimbang tersebut mencakup pola makanan, pilihan makanan, pengelolaan makanan, dan kuantitas makanan. (hel/sfn/vic)