Siswa Milenial dengan Kreatifitas Tanpa Batas

Sejumlah 287 siswa kelas XII mendadak menjadi pengrajin ketika ujian praktik Prakarya dan Kewirausahaan alias PKWU (7/1). Kegiatan ini menjadi bagian dari ujian praktek selama sepekan mulai 7-11 Januari 2019. Dengan mengusung tema Kerajinan untuk Pasar Lokal siswa diberi tantangan menyulap kain flanel dan tusuk sate menjadi bunga yang cantik. Ujian PKWU membawa tantangan tersendiri lantaran mereka harus membuat pola hingga menyusunnya hanya dalam waktu 120 menit. Dengan menggunakan teknik tempel dan jahit, berbagai macam varietas bunga terbentuk seperti bunga mawar, krisantium, anggrek, tulip dan masih banyak lagi. Bunga-bunga tersebut dipajang dengan apik di atas meja. “Ujian praktik adalah ajang untuk menguji keterampilan dan kreativitas siswa,” ujar wakasek kurikulum Deddy Setiawan, M.Pd.

Layaknya dalam pertandingan di TV, tim penilai berkunjung ke masing-masing siswa untuk menilai langsung hasil kerjanya. Pengawas ujianpun dibuat berdecak kagum dengan hasil karya siswa ini. Pasalnya, tak hanya siswa perempuan yang mahir berkarya dalam bentuk bunga, siswa laki-lakipun berhasil membuat karya indah. “Hasil karya tahun ini jauh lebih bagus dibandingkan tahun sebelumnya karena memang semangat dan niat dari siswa begitu besar,” ujar guru PKWU FasrilVaudhy, S.Pd. Menurutnya tantangan yang diberikan tidak membuat siswa menyerah, justru membuat semakin berkembang. Tidak heran kalau hasilnya sangat memuaskan. “Hasil karya mereka tidak hanya bagus, tetapi juga layak untuk dijual,” tambah Fasril.

Tidak hanya mata pelajaran PKWU, ujian praktik IPA sebagai penutup dari kegiatan tahun ini juga menyajikan materi yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk mata pelajaran Fisika, materi kelistrikan merupakan salah satu materi yang diujikan. Materi listrik dipilih karena sangat erat dalam kehidupan sehari-hari. “Materi listrik ini sangat penting untuk dipelajari supaya kalau di rumah ada masalah tentang listrik mereka (siswa) bisa mengatasi. Bukan hanya itu, mereka juga sudah praktik menghitung pengeluaran listrik di rumah jadi tahu cara menghemat bagaimana,” tutur guru Fisika Fia Tutut Riswanti, M.Pd.

Mata pelajaran lain yang diujikan meliputi Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Seni Budaya, Biologi, dan Kimia. Adapun materi yang diujikan untuk Bahasa Indonesia dan Bahasa inggris adalah keterampilan menulis dan bercerita. Seni Budaya menguji siswa dengan menggambar perspektif, Biologi dengan uji enzim dan respirasi anaerob, serta kimia dengan ujititrasi dan elektrosis. Keberhasilan semua ujian tersebut tidak terlepas dari ketekunan belajar siswa. Kepala Sekolah Rosdiana Amini, M.Pd menyatakan sangat bangga terhadap bakat dan kemampuan siswa kelas XII yang selama ini belum nampak. Soft skill ini sengaja ditambahkan dalam materi akhir pembelajaran di SMA Laboratorium UM dengan harapan selepas dari SMA, siswa memiliki bekal keterampilan yang lebih agar bisa bermanfaat bagi kehidupannya di masa mendatang. (luk/rna/vic)