Tingkatkan Kedisiplinan Melalui US-BKS

Ujian sekolah di SMA Laboratorium UM tahun ini telah berbasis komputer dan smartphone (USP-BKS) sesuai dengan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kepmendikbud). Ujian ini dilaksanakan serentak mulai tanggal 2-11 Maret. “USP-BKS menjadi salah satu indikator kelulusan di wilayah provinsi Jawa Timur sebelum UNBK utama dilaksanakan,” jelas Rosdiana Amini, M.Pd selaku Kepala Sekolah. Menurutnya USP-BKS diselenggarakan lagi mengingat pelaksanaanya cukup sukses digelar tahun kemarin oleh dinas pendidikan provinsi Jawa Timur.

Rosdiana menambahkan berbagai persiapan dilakukan agar ujian ini berjalan dengan lancar dan tertib. Peraturan-peraturan yang mengarah pada terciptanya kedisiplinan semakin diperketat seperti larangan untuk datang terlambat. Apalagi setiap peserta wajib menggunakan atribut sekolah dengan lengkap dan tidak boleh membawa handphone  ke dalam ruangan. Wakasek Kurikulum Deddy Setiawan M.Pd menyampaikan bahwa USP-BKS ini adalah rangkaian penilaian sebelum siswa melaksankan UNBK pada awal April mendatang. Mereka harus tetap ditanamkan kejujuran dan percaya diri saat mengerjakan soal. “Para siswa digembleng dengan berbagai poin kedisiplinan untuk membentuk dan mengembangkan karakter positif siswa,” tambah Deddy.

Deddy mengatakan “pendisiplinan para siswa yang digembleng diawal diharapkan mampu menciptkan pribadi yang hebat tidak hanya dari segi pengetahuan tapi juga segi sikapnya sehingga kesuksesan juga akan diraih saat pelaksanaan UNBK. Senada dengan paparannya, salah satu pengawas ujian Moerad Fajar juga menjelaskan bahwa pelaksanaan USP-BKS berjalan dengan baik dan hanya sedikit dijumpai pelanggaran tata tertib. “Siswa relatif lebih bisa diajak kerja sama dalam hal ketertiban dan membawa iklim positif selama ujian berlangsung,” ujarnya.

Beberapa siswa juga memberikan testimoni bawasannya dengan adanya peraturan yang ketat justru membuat mereka lebih santai dalam mengikuti ujian.“Saya merasa sangat bersyukur karena pihak sekolah memperhatikan hal-hal detail selama ujian berlangsung dari mulai kartu peserta, kedatangan siswa, hinga seragam dan atributnya,” ungkap Monieca dari kelas XII MIPA 1. Krisna dari kelas XII IBB 2 juga menambahkan bahwa peraturan tata tertib ini membuatnya lebih disiplin dalam mengikuti ujian dan berharap bisa mendapatkan hasil yang maksimal dalam ujian.

Pelaksanaan USP-BKS, menurut Deddy, berjalan lancar.  Pasalnya komputer beserta jaringan yang digunakan tidak ada yang macet ataupun ngadat. Tak hanya itu, kehadiran siswa juga mencapai 100%, artinya semua siswa hadir mengikuti ujian. “Usaha ini merupakan ikhtiar bersama seluruh civitas akademika SMA Laboratorium UM dalam membekali siswa dengan hal-hal positif demi masa depan mereka,” tambah Deddy Setiawan (Gar/Tia/Dev/vic).