Undang Orang Tua Kenalkan Program Sekolah

Pepatah ‘tak kenal maka tak sayang’ menjadi latar belakang SMA Laboratorium UM menggelar sosialisasi program sekolah (9/10). Bertempat di aula Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang, sekolah mengajak para orang tua siswa baru untuk  turut serta mendorong putra-putrinya meraih prestasi gemilang dan memahami berbagai program sekolah selama tiga tahun mendatang. Juga, pada kesempatan tersebut, kepala sekolah Rosdiana Amini, M.Pd memperkenalkan para wali kelas X di atas panggung. “Inilah orang tua anak-anak ketika di sekolah” ujar Rosdiana.

Pada kesempatan ini Rosdiana berharap antar orang tua dan wali bisa kerjasama dalam mewujudkan prestasi anak. Para orang tua dapat mengetahui perkembangan putra-putrinya melalui grup whatsapp yang selalu di update wali kelas setiap harinya. Dengan dukungan dan semangat dari kedua orang tuanya, maka mereka akan lebih termotivasi. “Bapak dan Ibu bisa memantau apakah anak-anak ada PR, tugas, dan agenda pembelajaran atau tidak,” tambah Rosdiana.

Selain itu Wakasek Kurikulum Deddy Setiawan, M.Pd. mengharapkan orang tua membaca dan mencermati hasil tes IQ anak yang sudah dibagikan beberapa hari sebelumnya. Tujuannya supaya mereka memahami cara belajar anak. “Anak-anak jangan diomeli ketika belajar sambil mendengarkan lagu, atau suka membeli bulpen warna untuk menghias bukunya,” harap Deddy. Selain itu juga, untuk meningkatkan pembelajaran para guru SMA LAB UM juga belajar setiap minggu melalu MGMPS dan leson study yang dilakukan secara bergantian.

Sementara Wakasek Kesiswaan M. Khabib Shaleh, M.Pd selain menyampaikan peraturan akademik, kegiatan kesiswaan, juga meminta kerjasama orang tua untuk mengawasi seragam anak-anak yang tidak sesuai dengan peraturan. Jalinan kerjasama yang baik antara sekolah dan orang tua sangat berguna meningkatkan hubungan positif antara keduanya.

Sedangkan Wakasek Humas Dra. Jumiati, M.Pd menuturkan Humas bukan hanya sebagai pemoles atau pendukung dari program kurikulum dan kesiswaan saja. Namun juga sebagai bagian penting dalam tercapainya komunikasi yang baik dengan pihak luar dengan sekolah. Salah satunya program volunteer AIESEC dan AMINE serta program Global Learning yaitu mengunjungi kampus pilihan di luar negeri. “Kegiatan ini sudah berjalan selama 7 tahun,” terang Jumiati.

Sebagai penutup, Wakases Sarana Prasana Drs. Sunarjo menyampaikan program 100 hari kerja. “Seluruh kegiatan sekolah akan berjalan baik jika dengan didukung dengan sarana prasarana yang memadai,” tutur Sunarjo. Termasuk memasang AC pada semua kelas. “Kami siapkan 2 AC untuk setiap ruang kelasnya,” tambah Sunarjo. (vir/vic)