Waspadai kualitas sungai di kota Malang

JKPKA (Jaring-jaring Komonitas Pemantauan Kualitas Air Sungai) dibentuk mulai tanggal 24 Juli 1997 di IKIP Malang (sekarang Universitas Negeri Malang) merupakan wadah kegiatan  yang dilakukan oleh guru dan peserta didik terhadap sumber daya air. Anggota JKPKA pada awalnya hanya  24 guru dari sekolah SMU, IKIP Negeri  Malang dan Jasa Tirta I Malang. Sekarang berjumlah 250 sekolah SD, SMP, SMA, SMK, MA, negeri maupun swasta, dan sekolah ADIWIYATA.  Melalui JKPKA ini peserta didik dapat melakukan pengamatan dan penelitan di bindang kimia, biologi, geografi dan sosial, ekonomi di lingkungan sekitar. Guru dapat mengintegrasikan materi pembelajaran lingkungan hidup mata pelajaran yang diajarkan.

SMA LAboratorium UM sejak tahun 2001 menjadi bagian dari anggota JKPKA yang dibina oleh guru bidang studi kimia, Istri Setyowati, M.Pd. Belajar kimia tidak harus di dalam kelas, tetapi sungai pun bisa kita gunakan untuk tempat belajar. Pada aplikasi pH dalam kehidupan sehari-hari peserta diajak untuk belajar langsung di sungai, mengukur pH dan melakukan penelitian tentang kualiats air sungai secara fisik dan kimia yang ada di lingkungan sekolah atau di sekitar tempat tinggal peserta didik. Biasanya yang dilakukan selain mengukur pH peserta didik juga mengukur oksigen terklarut, BOD dan COD nya.

Tahun 2017 ini kegiatan pemantauan kualitas air dilakukan bersama dengan JKAPA dan Perum Jasa Tirta I Malang dalam Pemecahan Rekor Muri  pada kegiatan pemantauan kualitas air sungai dengan metode Bioesssement yaitu menggunakan indikator biologi. Kegiatan ini diikuti 1505 peserta yang berasal dari sekolah yang menjadi anggota JKPA yang meliputi wilayah DAS Brantas dan DAS Bengawan Solo. Untuk DAS Brantas meliputi wilayah Blitar, Kediri, Jombang, Malang, Gresik dan Surabaya. Untuk DAS Bengawan Solo meliputi wilayah Madiun dan Boyolali. Kegiatan pemantauan dilaksanakan serentak di wilayah masing-masing pada tanggal 22 April 2019 mulai pukul 08.30-12.00 WIB. Khusus Pemantauan di Malang terbagi atas 5 lokasi titik pantau, yaitu lokasi 1 Sungai di Sengkaling dan Vila Padi, lokasi 2 sungai di Tarekot, lokasi 3 sungai di Bentek dan Oro-oro Dowo, lokasi 4 di Kali Bango Sawojajar, dan lokasi 5 di Sungai Kampung Warna-Warni.

Khusus untuk SMA Laboratorium UM yang terdiri dari 33 siswa dan 3 guru pembimbing, mendapat jatah untuk memantau di sungai daerah Oro-Oro Dowo dengan mengambil dua lokasi yaitu di sungai depan pasar Oro-oro Dowo dan sungai jalan Pangung. Untuk mendapatkat data lebih akurat, peserta terbagi atas 5 kelompok pada setiap lokasi pantau. Dari 5 data yang dikumpulkan untuk lokasi I sungai di depan pasar Oro-oro Dowo ditemukan hewan larva nyamuk, larva lalat, siput, kepiting, ikan, cacing. Sedangkan di lokasi II  hewan yang ditemukan banyak cacing pipih dan larva lalat hitam. Kebaradaaan hewan-hewan tersebut setelah dicocokan dengan tabel Indikator Biologis Kualitas Air dapat disimpulkan  kondisi air sungai yang ada di depan pasar Oro-Oro Dowo masih kategori sedang, dan  sungai di Oro-oro Dowo jalan Panggung kondisi kotor.