Atasi Pembelajaran Daring Tanpa Garing

JAWA POS RADAR MALANG – Anggapan menulis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah hal yang sulit dilakukan dan menakutkan, ternyata berhasil ditepis oleh 10 guru SMA Laboratorium UM (13/6). Mereka mempunyai terobosan agar kegiatan belajar mengajar terasa tidak monoton. Hal ini dibuktikan dengan dilaksanakannya PTK untuk mengantisipasi garingnya pembelajaran daring sejak diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi. “Anak-anak mungkin  sudah jenuh  dengan PJJ yang melelahkan, apalagi mereka duduk sendiri di rumah hanya berteman dengan laptop atau HPnya,” ungkap Kepala Sekolah Rosdiana Amini, M.Pd.

Lebih lanjut, Rosdiana menambahkan PTK daring bisa membangkitkan motivasi siswa dalam PJJ sehingga pembelajaran terasa menyenangkan. Tentunya, guru yang melakukan PTK daring perlu menggunakan pola pengajaran aplikatif dan bisa membangkitkan semangat belajar siswa. “Guru perlu menemukan cara tepat dalam mengelola kelas daring,” tambahnya.

Menurut Waka Kurikulum Deddy Setiawan, M.Pd, PJJ menjadi tantangan yang cukup berat. Diantaranya adalah siswa mengalami penurunan motivasi belajar dan ketidakhadiran siswa hingga 10% selama PJJ. Prosentasi ini berbeda dengan tatap muka atau luring. “Jumlah siswa yang absen dalam pembelajaran luring tidak lebih dari 1%,” ujar Deddy.

Dikatakannya, guru sulit mengkondisikan ketidakhadiran siswa karena posisi mereka berada di rumah. Guru harus berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas layanan pembelajaran. Salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran yang lebih menarik agar  siswa lebih antusias. Guru dituntut lebih rajin membaca, belajar, dan mencari bahan rujukan. “Guru tidak mungkin melakukan PTK tanpa kajian pustaka atau analisa masalah pembelajaran sebelumnya,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pengembang Evi Fatmawati, M.Pd menekankan tugas Tim Pengembang diantarnya adalah membantu guru memberikan layanan prima pada siswa. “Sebelum pandemi, kita belum pernah mengelola kelas daring dengan jangka waktu selama ini,” paparnya.

Dia juga menjelaskan menurut laporan beberapa guru, banyak siswa tidak membuka kamera, tingkat partisipasi yang rendah, dan banyak tugas yang tidak dikerjakan.  Berangkat dari masalah tersebut, guru-guru SMA Laboratorium UM yang melakukan PTK ternyata sangat luar biasa. Mereka berhasil menciptakan kelas interaktif untuk membuat siswa lebih bersemangat mengikuti pelajaran. “Teman-teman menggunakan media digital up to date sehingga banyak siswa yang mengikuti PJJ kembali,” imbuhnya. (*)