Grand Final PPK dan Pagelaran LSAC

SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM) kembali sukses menggelar Grand Final Putra-Putri Berkarakter (PPK) 2023 dan Labs School Art Creation (LSAC) di gedung Graha Cakrawala UM (28/10). Mengusung tema the Beauty of Unity atau indahnya persatuan, dan semuanya dilaksanakan dalam rangka memilih duta sekolah dan berekspresi bagi siswa-siswi yang memiliki bakat seni tari, musik, dan seni suara,” ungkap Kepala SMA Laboratorium UM Rosdiana Amini, M.Pd.

Turut Wakil Rektor IV UM Prof. Arif Nur Afandi, S.T., M.T., MIAEng, P.hD. Arif mengungkapkan rasa bangga pada SMA Laboratorium UM yang memiliki Putra-Putri Berkarakter.  Terlebih, dunia tengah menghadapi tantangan di era society 5.0. “Ini berat, apabila tidak memiliki karakter yang kuat dampaknya akan sangat luar biasa,” tuturnya.

Hadir pula Dr. Hj. Endang Sri Andayani, M.Si, Plt. Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengelola Sekolah Laboratorium, orang tua atau wali semua siswa juga turut hadir dalam acara ini, sehingga lebih dari 2000 undangan yang hadir  menikmati unjuk bakat dan seni para siswa di gedung Graha Cakra UM.

Terkait dengan proses rekrutmen Putra-Putri Berkarakter (PPK) 2023, sebanyak 42 peserta awal yang  menjalani seleksi ketat terdiri dari perwakilan masing-masing kelas X dan XI, mereka mendapatkan pembekalan yang luar biasa antara lain kelas Public Speaking, make –up, dan koreo. Kemudian, mereka disaring menjadi 18 peserta yang memasuki babak semifinal. Lalu dari semifinal diseleksi lagi sehingga menyisakan 6 pasang atau 12 peserta yang mengikuti tahap Grand Final.

Akhirnya menobatkan I Nyoman Dwi Bayunanda Siddhisca (X MIPA 1) dan Aisyah Putri Ramadhani (XI MIPA 6) sebagai juara 1. Keduanya berhasil memukau dewan juri dengan jawaban-jawaban yang dilontarkan saat sesi tanya jawab. Penilaian proses selama di sekolah pun juga menjadi pertimbangan tim penilai sehingga gelar tersebut bisa mereka pegang. Sebagai bentuk apresiasi dari pihak sekolah, juara 1 putra dan putri berhak, masing-masing mendapat hadiah Rp. 2.000.000.  Sementara itu, Rafles Martua Simaremare (XI IPS 4) dan Issalma Janiqueen Callula (XI IBB) menyabet juara kedua. Sedangkan Dario Abisali Eshan Muharam (XI MIPA 6) dan Lana Fahria Dwi Setuiawan (X MIPA 5) berhasil menduduki peringkat 3. Pada pagelaran tersebut, juga menobatkan juara Harapan I, II, III putra dan putri, yakni Chesta Niuve Argana (X IPS 3), Beauty Rachmadani Soebagio (X IPS 3), Ejaz El Zhar Lazuardi (XI IPS 2), Keenar Alliyandra (X MIPA 4), Faeyza Dhabit Ghaisan (XI IPS 3), dan Nayla Atallah Kresnamurtie (XI IPS 1).

Selanjutnya, tampilan drama kolosal Labs School Art Creation (LSAC) memecahkan suasana. Paduan tari dan lagu dikemas dalam musical theatre. Drama musikal yang disajikan mengisahkan tentang tokoh pemuda yang terbuai dengan kehidupan modern sehingga dia kurang mencintai budaya tanah air. Digambarkan juga rangkaian keindahan budaya tari tradisional, lagu tradisional yang akhirnya mengajak tokoh pemuda tersebut mengagumi budaya dari negeri sendiri. Keseimbangan antara budaya tradisional dan modern juga ditampilkan dari sajian lagu-lagu populer dan tari-tarian modern.

Penanggung jawab giat LSAC, M. Zidan (XII MIPA 4), Sausan (XI MIPA 6) dan Moreno (XII IPS 2), menuturkan bahwa pagelaran drama musikal ini merupakan sebuah karya yang menakjubkan. “Semuanya dari kita, yang jadi panitianya kita sendiri, yang ngurus kita sendiri, yang main kita sendiri. LSAC ini keren dan wajib ditonton, karena yang tampil kami,” ungkapnya. Lebih jauh, Rosdiana menegaskan bahwa melalui kegiatan LSAC ini diharapkan dapat menumbuhkan dan menggali bakat dan minat seni siswa. (sri/vic)