Kartini-Kartono dan Layang Sworo Hiasi Peringatan Hari Kartini

Peringatan hari Kartini yang digelar secara virtual kali ini memberi kesan tersendiri bagi siswa SMA Laboratorium UM (27/4). Mereka tetap bersemangat mengaktualisasikan kreativitas mereka melalui lomba Kartini-Kartono dan Layang Sworo. Bertajuk Remaja Millenial dengan Kearifan Lokal, para peserta Kartini-Kartono harus menyajikan sebuah infografis yang utuh dari busana daerah yang mereka kenakan.  Sedangkan Layang Sworo menjadi wadah bagi peserta untuk mengirimkan sepucuk surat berisi  pesan dan kesan bagi Ibu Rosdiana Amini, M.Pd,  kepala sekolah wanita  pertama di SMA Laboratorium UM, yang merupakan model Kartini di era modern. “Beragam tulisan tersaji rapi, isinya menyentuh hati, tentu ini di luar ekspektasi,” puji Rosdiana.

Menurutnya, peringatan hari Kartini pada tiap 21 April merupakan bentuk penghargaan yang tinggi terhadap sosok RA Kartini. Keteguhan hati dan perjuangannya telah menginspirasi semangat menuntut ilmu bagi wanita Indonesia. Sementara, Waka Kesiswaan, Moch. Khabib Shaleh, M.Pd mengungkapkan Kartono atau RM. Panji Sosrokartono adalah sosok kakak yang sangat berperan besar pada pertumbuhan intelektual dan kemajuan berpikir Kartini. Dikatakannya, disetiap peringatan Hari Kartini, Kartono tidak pernah disebut. “Bahkan dalam buku pelajaran sejarah anak sekolahan, ia tidak diperkenalkan sama sekali,” ujarnya.

Habib menambahkan kedua lomba ini menghasilkan prestasi membanggakan. Juara 1 Kartini dan Kartono berhasil diraih  oleh Ghysella dan Sultan (XI ICP). Brian dan Novelia (XI-IPA 3) mendapat  juara II dan juara III diraih oleh Catra dan Dea ( X-IPA 5). Sedangkan juara favorit dengan like terbanyak via IG diperoleh Syabila dan Nizar (X-IPA 4). Sementara itu, untuk lomba Layang Sworo,  juara I putra diraih oleh Rizal Fath (XI IPA 1 ), juara I Putri, Fahlina R.N. (X-IPS 1). Kemudian juara II putra diraih M. Basarudin P. (XI-IPS 4) dan juara II putri Rahayuningrum (XI IBB). Peraih juara III putra, Dhamar G. (X-IBB) dan juara III putri, Hanafis N. (XI IPA 4).

“Terlepas dari hasil juara yang diperoleh, sudah sepatutnya generasi muda berkontribusi secara nyata dengan cara yang kita bisa” tegas Hanafis. Senada dengan kakak kelasnya, Fahlina menambahkan bahwa Kartini tidak berjuang dengan fisik, melainkan dengan intelektual yang bisa menginspirasi banyak orang. (fava/sri/vic)