PTM Terbatas Obati Rindu Sekolah

Pembelajaran daring yang digelar sejak Covid-19 merebak nyaris dua tahun lalu membuat siswa rindu bersekolah secara tatap muka. Akhirnya pada 27 September 2021 SMA Laboratorium UM “membuka” kembali ruangan kelas setelah terbit Inpendagri kota Malang yang memasuki level 2. Antusiasme untuk kembali bersekolah seperti biasa itu terlihat dari respon orang tua siswa yang mengijinkan putra-putrinya mengikuti PTM (Pembelajaran Tatap Muka) terbatas. Padahal sebelumnya pernah uji coba 25 persen masuk, tidak banyak orang tua yang mengijinkan. “Alhamdulillah sekarang lebih dari 90 persen memilih PTM. Anak dan orang tua merindukan pembelajaran tatap muka,” ungkap Kepala Sekolah Rosdiana Amini, M, Pd.

Selain Inpendagri, kata Rosdiana, surat Edaran Kemendikbud Ristek Nomor 4 Tahun 2021 jelas mengatur kapan boleh PTM atau tidak. Mengacu pada dua peraturan tersebut sekolah membagi siswa yang masuk sekolah berdasarkan presensi ganjil dan genap. Namun dia belum memastikan kapan pembelajaran dimasukkan secara penuh. Mengingat sampai saat ini saja untuk level satu diperbolehkan PTM maksimal 50 persen siswa, sama seperti level 2. Tidak boleh ada jam istirahat dan kantin tidak boleh buka. Sehingga siswa diharapkan membawa fasilitas makan dan minum dari rumah. “Bagaimana pembelajaran, durasi waktunya, apa yang boleh, apa yang tidak boleh sudah jelas sekali di peraturan tersebut,” tambah Rosdiana.

Dengan demikian, tambah Rosdiana, capaian kurikulum sudah bukan menjadi program utama. Yang penting siswa sehat dan selamat. Sehingga forum guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran Sekolah (MGMPS) bisa memilih materi esensial yang bisa diajarkan.

Lebih lanjut, Waka Kurikulum Deddy Setiawan, M.Pd. mengungkapkan sekolah menyiapkan sarana dan prasarana sekolah yang sesuai prokes seperti tempat cuci tangan dan handsanitizer tersedia pada tiap kelas, guru dan karyawan sudah divaksin hingga menyediakan masker bagi warga sekolah yang tidak menggunakan masker sesuai standar.

Mengingat masih ada 50 siswa memilih Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), tentu sekolah memfasilitasi dan melayani semaksimal mungkin keduanya. Kelas PTM diisi 50 persen dari jumlah siswa, pembelajarannya bergantian. Hari ini siswa presensi genap masuk untuk melakukan PTM, yang ganjil berada di rumah mendapatkan kegiatan mandiri dari guru dan pelajaran yang sama. Sehingga siswa pada saat pertemuan berikutnya sudah mendapatkan gambaran terkait materi yang akan dipelajari. “Kegiatan mandiri mendapat perhatian dengan guru memberikan bahan ajar atau meminta siswa merangkum, membuat peta konsep, maupun memberikan latihan soal,” ujar Deddy.

Bagi yang memilih PJJ, kegiatan dimulai jam 12 sampai 2 siang. Kenapa terbatas, karena mereka mendapat layanan setiap hari. Pagi hari mereka mendapatkan bahan ajar yang bisa dipelajari secara mandiri sesuai dengan jadwal PJJ pada hari itu. Siang harinya mendapatkan pembelajaran interaktif melalui zoom meeting. Mereka akan berada dalam satu room diantara beberapa peminatan pelajaran umum. Bisa jadi, roomnya berasal dari kelas MIPA, IPS, dan Bahasa. Sedangkan pelajaran peminatan seperti Ekonomi, Fisika, atau Bahasa Jerman maka siswa akan berada dalam room khusus. “Walaupun ada room yang berisi 2 siswa dan 1 orang guru, kita tetap melayani secara maksimal,” jelasnya. (vic/sri)