SOSIALISASI ANTI NARKOBA

Senin, 16 Januari 2017, SMA Laboratorium UM mendapatkan sosialisasi penyalahgunaan narkoba dari BNN Kota Malang. Acara ini diadakan pada jam pertama ketika biasanya diisi oleh pembinaan dari wali kelas. Seluruh siswa SMA Lab UM mulai dari kelas X sampai kelas XII berkumpul di lapangan basket dan dengan penuh antusias, memperhatikan arahan dari narasumber.

Bertindak sebagai pembicara adalah Kompol Badriyah, Kasi Pencegah & Pemberdayaan Masyarakat (P2M) dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang. Wanita yang biasa dipanggil Ibu Diah ini memberikan edukasi kepada generasi remaja khususnya siswa SMA Laboratorium tentang bahaya penyalahgunaan narkoba di usia remaja. Para siswa nampak serius menyimak pemaparan dan arahan dari pemateri tersebut.

Menurut Diah, beberapa ciri dari pengguna narkoba adalah jarang melakukan kontak mata ketika diajak berbicara, bicara cadel, keras kepala, sering menyalahkan orang lain untuk kesalahan yang dia buat, sering berbohong, terlihat gelisah, egois, sering mengantuk, dan sering melalaikan tanggung jawabnya. Untuk itulah, jika menemukan orang atau remaja dengan perilaku seperti itu, disarankan untuk segera mengkonsultasikannya kepada pihak yang berkompeten.

Sebagai informasi tambahan, beberapa hari yang lalu, tanggal 9 bulan Januari 2017 SMA Laboratorium UM melaksanakan tes urine. Hasil dari tes urine tersebut menyatakan bahwa 100% siswa SMA Lab UM bebas dari narkoba. Hasil ini tentu membanggakan sebagai wujud dari kesadaran siswa–siswi itu sendiri dan tentunya pengawasan dari pihak sekolah sehingga tercipta lingkungan sekolah yang bebas narkoba.

Menurut Diah, berdasarkan UU no. 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkoba, pencegahan dasar yaitu berawal dari prinsip hidup yang baik untuk meraih sukses di masa depan. Prinsip hidup pertama adalah disiplin dalam perilaku, pakaian, waktu, aturan, dan tanggung jawab. Usia remaja sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan. Sehingga anak akan menjadi tidak disiplin. Perilaku disiplin harus terus dipupuk dan dibiasakan meskipun awalnya pasti terasa berat.

Prinsip hidup yang kedua adalah tanggung jawab dalam lingkungan keluarga. Keluarga harus berperan aktif dalam komunikasi internal yang baik sehingga penyalahgunaan narkoba akan dapat diatasi lebih dini. Sedangkan tanggung jawab di lingkungan masyarakat. Remaja harus lebih waspada terhadap orang asing dan lebih peduli terhadap situasi dan kondisi lingkungan sekitar.